Saturday, February 28, 2009

Perkembangan Tiap-Tiap Bagian Otak

Teman-teman blogger ini terusan dari fungsi-fungsi otak, dimana tiap-tiap bagian otak tersebut mempunyai fungsi yang berbeda dalam mendukung pertumbuhan anak. Pada garis besarnya, otak dibagi atas Otak Besar (Cerebrum), Otak Kecil (Cerebellum) dan Batang Otak (Brainstem). Otak Besar (Cerebrum) sendiri bisa dibagi menjadi 4 bagian (lobe), yaitu Frontal Lobe, Occipital Lobe, Parietal Lobe dan Temporal Lobe. Mari kita lihat satu-persatu tiap-tiap bagian otak tersebut, dan fungsi apa yang dikendalikannya pada pertumbuhan bayi anda.

1. Batang Otak Brainstem

Batang Otak terletak di bagian atas ujung tulang belakang di dekat leher, merupakan bagian otak yang telah berkembang pada saat bayi dilahirkan. Batang Otak mengendalikan seluruh refleks bawaan bayi seperti menangis, menyusu dan fungsi-fungsi organ tubuh seperti bernafas, detak jantung, tekanan darah, tidur dan lain-lain.
Batang Otak juga mengendalikan emosi bayi, dimana hal ini banyak dipengaruhi oleh cara anda menghadapinya, seperti misalnya kesabaran, perhatian dan pengertian anda pada saat merawatnya. Kontrol emosi bayi ini berkembang cepat dan menjadi cukup matang pada usia awal.
Tidur
Tidur adalah sebuah kebutuhan yang sangat penting bagi perkembangan bayi, sekaligus menjadi sebuah masalah yang paling sering dihadapi oleh orangtua.
Berikut adalah beberapa filosofi umum tentang tidur yang disampaikan oleh para peneliti masalah tidur pada bayi dan anak-anak, yang disadur dari artikel yang diterbitkan oleh Baby Center, Inc.

The American Academy of Pediatrics :
“Train your baby to go to sleep on his own and to comfort himself when he wakes up. You can help him learn to distinguish between night and day right from the start by keeping nighttime feedings subdued and waking him up if he sleeps for longer than a few hours during the day. Eventually he'll learn to save his long sleep for nighttime. When he does wake up, which is inevitable, use your voice to comfort him, but let more and more time pass between intervals. This will help him learn to settle himself to sleep.”
Dr. T. Berry Brazelton :
“Help your baby learn to settle down and comfort himself. Don't let him "cry it out," but don't jump at his first whimper either. Wait a few minutes to see if he's really upset and awake, and then go in and reassure and comfort him without taking him out of his crib. Instead, pat and soothe him with your hand and talk to him. At first, go to him every few minutes, but eventually call to him from out of the room. It's also a good idea to develop a calm, supportive bedtime ritual, which can involve a bedtime story, a bath, and so on.”
Dr. William Sears :
“Create a healthy sleep attitude in your child by being there for him and providing a comforting, relaxing environment that will allow sleep to overtake him. He'll learn to regard sleep as a pleasant state, one not to be afraid of.”


Bayi yang baru lahir biasanya tidur selama 17 s.d. 18 jam per hari, tetapi tidak terus menerus. Sekali tidur, bayi paling lama akan tidur selama 3 s.d. 4 jam, dan akan terbangun, baik itu siang maupun malam.
Seperti dikatakan oleh Dr. Jodi Mindell diatas, bayi bisa ajarkan untuk mulai tidur dengan baik paling cepat pada usia 6 minggu. Tetapi, beberapa bayi baru bisa tidur dengan teratur ketika dia menginjak usia 5 s.d. 6 bulan.
Semakin bertambah usia bayi, semakin berkurang waktu tidurnya. Pada usia 3 atau 4 bulan, sebagian besar bayi akan tidur selama 15 jam, dan waktu untuk sekali tidurnya menjadi semakin panjang. Mungkin sekali dua kali anda masih harus bangun pada malam hari untuk memberinya asi atau susu botol.
Tetapi ketika bayi anda sudah menginjak usia sekitar 6 bulan, biasanya bayi sudah mampu untuk tidur selama 7 jam, dan pada usia 9 s.d. 12 bulan sudah akan mampu tidur selama 10 s.d. 12 jam pada malam hari. Bayi anda mungkin masih akan terbangun diantara waktu tidurnya, tetapi jika anda berhasil mengajarkannya tidur yang baik, dia akan tertidur lagi dengan sendirinya tanpa harus menangis dan mengganggu tidur anda.

Bagaimana cara mengajarkan bayi untuk tidur dengan teratur ?
Seperti yang telah disampaikan oleh para ahli di atas, beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk melatih bayi anda tidur dengan teratur adalah sebagai berikut :
1. Perhatikan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi anda mulai lelah dan mengantuk, seperti mengusap matanya, matanya mulai sayu, dll.
2. Letakkan bayi anda di tempat tidurnya sebelum dia tertidur. Hal ini akan melatihnya untuk tidur sendiri tanpa bantuan orang lain seperti harus digendong, dsb.
3. Untuk mengajarkan bayi anda membedakan waktu siang dan malam, ajaklah dia bermain pada saat dia tidak tidur di siang hari, buatlah supaya ruangan menjadi terang, dan biarkan suara-suara TV, tape, dan sejenisnya tetap seperti biasanya. Pada malam hari, jangan ajak bayi anda bermain, kecilkan suara TV, dll., redupkan nyala lampu. Dengan hal-hal seperti ini bayi anda akan menjadi tahu bahwa malam hari adalah waktu untuk tidur.
4. Jika usia bayi semakin bertambah, sejak bayi anda menginjak usia 3 bulanpun, anda sudah bisa menetapkan waktu tidur malam dan tidur siang. Anda harus tegas dan konsisten untuk menidurkan bayi anda pada jam yang telah anda tetapkan tersebut. Mungkin bayi anda kelihatan belum mengantuk, atau bahkan kelihatan lebih enerjik, tetapi para ahli mengatakan justru hal tersebut merupakan tanda bahwa itu adalah waktu untuk menidurkan bayi anda.
5. Buatlah rutinitas kegiatan sebelum tidur, misalnya, bermain sesuatu yang tidak gaduh/ribut, mengganti bajunya yang khusus untuk tidur, membacakan buku cerita, menyanyikannya lagu, kemudian memberikan ucapan dan ciuman selamat tidur. Jika anda melakukan rutinitas ini secara terus menerus dan teratur, maka bayi anda akan tahu, kapan dia harus tidur.
6. Bangunkan bayi anda pada waktu yang sama setiap hari, atau jika dia sudah tidur lebih dari 10 jam. Hal ini akan mempermudah bayi anda untuk tidur siang pada waktu yang telah anda tentukan.

Kapan waktu dan kondisi seperti apa yang paling baik untuk tidur malam ?
Pada sebuah seminar tentang perkembangan otak anak di Nagasaki (Jepang) yang pernah saya ikuti, seorang ahli perkembangan anak yang bernama Yukie Kawazoe mengatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu yang paling baik untuk tidur pada bayi dan anak-anak adalah dari jam 8 malam sampai dengan jam 6 pagi. Dan yang penting, kamar tidur bayi atau anak tersebut harus gelap.
Mengapa ? Karena hormon melatonin yang diproduksi di otak dan mempunyai peranan penting dalam perkembangan sel dan syaraf otak akan mulai aktif pada saat bayi tidur, terutama tidur pada malam hari yang gelap. Melatonin ini ternyata akan diproduksi lebih banyak pada suasana ruangan gelap daripada suasana ruangan yang redup, apalagi terang. Jadi, sebisa mungkin tidurkan bayi/anak anda pada jam 8 malam, dan matikan lampu kamar tidur.

bersambung....

Read More..

Wednesday, February 18, 2009

FUNGSI OTAK yang Mempengaruhi Hidup kita (2)


Tulisan ini merupakan lanjutan dari posting yang lalu.....
Kalau dipetakan mengikuti wilayahnya, maka otak manusia bisa dibagi menjadi tiga bagian besar.
Wilayah I, adalah kulit otak (cortex cerebri), bagian terluar dari otak. Wilayah ini menjadi basis dari aktivitas yang berkaitan dengan kemampuan rasional seseorang.
Mulai dari kemampuan menerima rangsang panca indera, memahaminya, menganalisa, dan kemudian merespon secara motorik. Kehebatan peradaban manusia dalam hal sains dan teknologi, seperti yang berkembang pesat di abad-abad terakhir ini adalah hasil berpikir rasional dari kulit otak.
Manusia bisa membuat berbagai peralatan elektronik, komputer, robot, senjata pemusnah masal, pesawat ruang angkasa, dan lain sebagainya, hanyalah sebagian dari kehebatan kerja kulit otak tersebut.
Wilayah II, adalah sistem limbik dan bagian lain di tengah otak yang masih sangat misterius. Wilayah ini bertanggung jawab terhadap fungsi luhur yang sangat erat terkait dengan emosi seseorang. Sikap jujur, adil, pemaaf, mencintai, membenci, sedih, gembira, dan menderita diatur mekanismenya di wilayah bagian tengah otak ini.
Termasuk di dalamnya adalah amygdala sebagai pusat ingatan emosi. Ada beberapa komponen otak yang terlibat dalam sistem pengaturan ‘fungsi luhur’ ini. Di antaranya adalah Gyrus Cingulata, Thalamus, Hippocampus, Nudeus Basal, Prefrontal Cortex, dan amygdala.
Tiga di antaranya ternyata berada di wilayah I, yaitu kulit otak yang berperan dalam aktivitas rasional. Sedangkan selebihnya, berada di bagian bawah kulit otak, atau bagian yang berkait dengan emosi. Jadi mekanisme sistem limbik yang sistem mengatur fungsi luhur Limbik itu, ternyata melibatkan dua fungsi otak sekaligus yaitu fungsi rasional di kulit otak dan fungsi emosi di bagian lebih dalam otak.
Artinya, munculnya rasa kasih sayang, keadilan, pemaaf, mendendam, rasa bersalah, sedih dan gembira itu bukan hanya bersifat emosional belaka, tetapi juga melibatkan pikiran-pikiran rasional kita. Sistem limbik ini juga mengatur alam bawah sadar.

Di dalam sistem ini tersimpan memori universal tentang kebaikan, keburukan, keadilan, kejujuran, dan segala sifat-sifat yang dianggap baik atau buruk oleh manusia.Tanpa belajar pun semua manusia tahu tentang rasa sedih, bahagia, kasih sayang, menderita, dan lain sebagainya. ‘Ingatan’ tentang semua rasa universal itu telah tersimpan memorinya di dalam sistem limbik.
Kenapa orang tertawa, ketika mendengar atau melihat sesuatu yang lucu? Atau, kenapa kita menjadi berduka, ketika mendengar atau melihat sesuatu yang menyedihkan? Semua itu, karena sudah ada memori tentang perasaan universal manusia tersebut di dalam memori sistem limbik.
Kita tidak perlu belajar tentang rasa universal itu. Manusia secara kolektif telah memilikinya di bagian tengah otaknya, yang terkait dengan fungsi luhur sebagai manusia. Tidak peduli dia berbangsa dan berbahasa apa, dia pasti tahu seseorang itu sedang menangis karena sedih atau karena bahagia.
Dia sedang tertawa karena senang ataukah sekadar menutupi kekecewaannya. itu adalah bahasa universal umat manusia. Jadi ke dalam sistem limbik itu Allah telah mengilhamkan rasa sedih dan gembira, rasa berani dan takut, rasa puas dan kecewa, rasa tentram dan gelisah, rasa sombong dan rendah hati, bahagia dan sengsara, dan beragam nilai-nilai kebaikan dan keburukan.
Sistem nilai itulah yang menjadi acuan dan tolak ukur bagi otak untuk mengatakan apakah sesuatu itu tergolong baik ataukah jelek. Dan kemudian, menjadi acuan apakah sesuatu itu membahagiakan ataukah menyengsarakan.
Kemudian, berdasarkan ‘memori rasa’ di dalam sistem limbik itu, muncul perintah lewat sistem endokrin (kelenjar hormon, enzim, dlsb) yang berpengaruh kepada seluruh organ tubuh seperti jantung berdenyut lebih kencang atau melembut, berkeringat dingin atau tidak, tangan gemetaran, dan seterusnya.
Secara lebih jelas akan kita bahas pada bagian-bagian berikutnya. Sedangkan wilayah III, adalah yang berkait dengan fungsi dasar kehidupan. Wilayah itu meliputi batang otak dan otak kecil. Disinilah pusat pengaturan denyut jantung, pernafasan, tekanan darah, termasuk pengaturan keseimbangan dan kehalusan gerakan dilakukan.
Selain ketiga wilayah secara global tersebut, saya kira kita perlu mengetahui beberapa bagian di dalam otak yang memiliki peran penting dalam pengendalian kehidupan seseorang. Thalamus. Ini adalah bagian yang terdapat di otak depan, berfungsi mengatur proses masuknya informasi dari luar otak menuju ke kulit otak.
Selain itu juga mengatur proses terjadinya gerakan organ-organ tubuh lewat koordinasi kulit otak dan otak kecil. Di bagian ini terjadi persimpangan saraf-saraf sensorik yang masuk ke otak. Hypothalamus. Berada di bawah Thalamus.
Ia berfungsi mengatur kestabilan suhu badan, rasa lapar dan haus, kegiatan seksual, dan berbagai aktivitas badan lainnya termasuk proses pertumbuhan dan menstruasi pada perempuan yang dikendalikan secara hormonal.
Hippocampus. Inilah bagian yang berfungsi untuk menyimpan memori rasional. Terutama ingatan-ingatan jangka pendek. Hippocampus berbentuk seperti huruf C, dan terletak di tengah otak. Ia sebenarnya merupakan bagian dari kulit otak yang menjulur ke bagian dalam otak. Karena itu, fungsinya terkait erat dengan proses rasional kulit otak.
Akan tetapi, Hippocampus ini juga berperan dalam sistem limbik yang menjadi pusat fungsi luhur manusia. Inilah bagian yang memberikan pertimbangan rasional kepada fungsi luhur manusia. Bukan hanya emosional seperti yang diperankan oleh amygdala.
Neurotransmiter. Ini adalah zat kimia di dalam otak yang berfungsi membawa pesan antar sel saraf. Zat-zat pembawa pesan ini diproduksi di dalam sel-sel saraf yang ada di otak, ketika pesan dari otak harus ditransmisikan ke bagian-bagian lain. Hampir seluruh kegiatan otak memanfaatkan neurotransmiter untuk menyampaikan pesan.
Dengan membahas struktur dan fungsi otak ini, kita memperoleh suatu gambaran bahwa ternyata fungsi kehidupan manusia dikendalikan oleh jaringan lunak yang berada di dalam kepala itu. Otak bagaikan pusat pemerintahan yang mengendalikan seluruh wilayah yang menjadi otoritasnya.
Mulai dari menangani informasi yang masuk lewat panca indera, memahaminya, menganalisa, membuat keputusan, sampai pada merespon lewat gerakan anggota tubuh kita, semua itu diperintah lewat mekanisme otak.
Bahkan, rasa senang, sedih, gembira, mencintai, dan berbagai perasaan kemanusiaan, semua juga berada dan bersumber di otak manusia. Kita lantas bertanya-tanya, kalau begitu apakah Jiwa kita berada di otak itu? Atau bahkan, jangan-jangan, ya otak itu yang disebut Jiwa?
Kenapa bertanya demikian? Sebab, sebagaimana telah kita bahas di depan, bahwa kerusakan sel-sel otak bisa menyebabkan Jiwa seseorang terganggu bahkan mengalami kegilaan. sampai disini kita memperoleh alasan yang kuat untuk menaruh kecurigaan semacam itu.
Untuk menjawab pertanyaan ini marilah kita menelusuri lebih jauh fungsi otak itu. Barangkali, dengan memahami mekanisme kerjanya kita bakal memperoleh gambaran lebih baik tentang fungsi otak tersebut.
Read More..

Sunday, February 8, 2009

Fungsi OTAK yang Mempengaruhi Hidup kita


Dalam berbagai data klinis yang dicermati oleh para dokter jiwa maupun saraf, menunjukkan kaitan sangat erat antara kualitas Jiwa dengan kualitas otaknya.
Jika otak seseorang mengalami gangguan secara medis, atau mengalami kerusakan, maka diperoleh kenyataan bahwa orang tersebut juga mengalami gangguan Jiwa seiring dengan bagian yang mengalami kerusakan.
Sebagaimana mata, telinga dan indera lainnya. Karena panca indera adalah alat untuk berkomunikasi dengan dunia di luar tubuh seseorang. Jika ia rusak, maka kualitas Jiwanya juga menjadi terganggu.
Saya kira, kini anda mulai bisa merasakan apa yang saya maksudkan. Bahwa kerusakan struktur otak ternyata memberikan gangguan pada kualitas Jiwa seseorang secara nyata.
Ada bagian-bagian otak yang bertanggung jawab pada emosi, rasa malu, sadistis, perilaku tidak terkontrol, dan lain sebagainya mengalami kerusakan serius. Dan kemudian ditandai dengan dilepaskannya zat-zat kimiawi tertentu di dalam tubuhnya.
Pengobatannya, ternyata bisa dilakukan secara fisik dengan memberikan obat-obat tertentu yang mengendalikan munculnya zat-zat pencetus ‘kegilaan’ tersebut. Dengan demikian, terbukti bahwa gangguan Jiwa sangat erat kaitannya dengan kerusakan struktur otak seseorang.
Dulu, bidang kesehatan yang menangani penyakit Jiwa ditangani oleh seorang dokter penyakit Jiwa. Tapi kini, ditangani oleh dua bidang kesehatan yang berbeda yaitu dokter saraf dan dokter Jiwa (psikiater).
Dokter saraf menangani gejala-gejala fisiknya, sedangkan psikiater lebih kepada fungsi Jiwa alias psikis yang bersifat abstrak. Dalam ilmu kedokteran disebut sebagai Struktural (fisik) dan Fungsional (psikis).
Agar kita memiliki gambaran yang lebih konkret tentang struktur otak dalam kaitannya dengan fungsi jiwa, berikut ini marilah kita cermati organ terpenting yang ada di dalam kepala manusia itu. Otak manusia adalah jaringan lunak yang beratnya sekitar 0,5 kilogram. Otak manusia berisi sekitar 100 miliar sel yang tersusun secara sangat canggih.


Miliaran sel itu memiliki fungsi kompleks sebagai pusat pengendali seluruh aktivitas manusia. Mulai dari sekadar menerima sinyal-sinyal dari berbagai sensor di badan kita, sampai pada proses pemahaman, analisa, membuat keputusan, dan kemudian melakukan gerakan motorik. Ya, di dalam otak inilah seluruh aktivitas manusia berpusat.
(1) Seluruh panca indera kita dikendalikan oleh otak. Jika, sel-sel otak yang berkaitan dengan panca indera itu rusak, maka fungsi indera kita juga bakal rusak atau tidak berfungsi normal. Katakanlah fungsi penglihatan. Meskipun organ mata kita sehat wal afiat, tetapi kalau sel-sel pusat penglihatan kita yang berada di Kulit Otak bagian belakang mengalami kerusakan, kita juga tidak akan bisa melihat.
Padahal mata kita masih melek. Lensa dan retinanya juga masih bagus. Saraf penghubung mata dengan otak juga sempurna. Semua itu menjadi tidak berarti, ketika sel-sel visual di otak kita rusak. Seluruhnya menjadi tidak berfungsi.
Demikian pula dengan pendengaran. Komponen-komponen organ telinga semua bagus, mulai dari daun telinga, gendang telinga, sampai kepada ‘kabel’ saraf penghubung ke pusat pendengarannya. Tapi kalau sel-sel di pusat pendengaranya (kulit otak samping kiri) yang rusak, maka semua itu menjadi tidak berguna.
Suara tetap tertangkap oleh telinga, kemudian diubah menjadi sinyal-sinyal listrik sampai ke otak. Tapi otak tidak bisa memahami suara itu, karena sel-sel pendengarannya mengalami kerusakan. Dan seterusnya demikian pula yang terjadi jika pusat penciuman, pusat perabaan, dan pusat perasanya yang rusak.
Selain mengendalikan panca indera, dan sebagai pusat pemahamannya,.
(2) Otak juga mengendalikan seluruh gerakan organ-organ tubuh. Gerakan tangan, kaki, kepala, dan seluruh otot atau persendian dikendalikan dari otak.
Orang-orang yang terkena serangan stroke, dan kemudian mengalami kerusakan di pusat kendali gerakan itu, dia bakal mengalami kelumpuhan. Ada yang lumpuh separuh ada juga yang lumpuh total, seiring dengan tingkat keparahannya.
Rangkaian kerja motorik itu berada di kulit otak bagian depan. Lebih jauh, otak juga menjadi pusat bahasa. Mulai dari memori perbendaharaan kata, pemahaman, sampai pada proses verbalnya. Pusat bahasa ini menempati wilayah yang sangat luas di otak manusia. Di antaranya daerah yang mengendalikan lidah dan tangan.
(3) Terkait dengan aktivitas bahasa, yaitu berbicara dan menulis. Ini menunjukkan bahwa otak manusia memang didesain oleh Allah untuk banyak berinteraksi dengan bahasa. Struktur otak yang demikian ini tidak dimiliki oleh makhluk lain, selain manusia.
Wilayah bahasa sangat khas pada manusia. Karena dengan bahasa itulah manusia menampilkan peradabannya. Manusia bisa menulis dan menyampaikan sejarah peradabannya dengan bahasa. Manusia menelurkan karya-karya besarnya juga dengan bahasa.
Manusia bisa merumuskan ilmu pengetahuan dan teknologi juga dengan bahasa. Bahasa menunjukkan betapa manusia adalah makhluk yang paling sempurna di muka bumi. Lebih jauh, otak juga mengendalikan fungsi -fungsi yang lebih luhur dalam kehidupannya.
(4) Berkaitan dengan emosi.
Rasa senang, bahagia, sedih, menderita, benci dan kasih sayang, semuanya dikendalikan oleh pusat ingatan emosi di bagian otak yang disebut amygdala. Sedangkan pusat ingatan yang bersifat rasional berada di bagian otak yang disebut Hippocampus.
tulisan ini akan bersambung di posting berikutnya sabar ya…..

Read More..

Monday, February 2, 2009

Nutrisi Untuk Perkembangan Otak


Otak merupakan organ yang banyak mengandung lemak. Lemak itu sendiri ada tiga jenis yaitu trigliserida, asam lemak fosfolipid, dan sterol. Yang merupakan komponen pembentuk sel-sel otak adalah asam lemak fosfolipid. Sel-sel saraf (neuron) mempunyai selubung atau lapisan yang dinamakan mielin. Sebagian besar lemak dibutuhkan untuk pembentukan sel neuron dan mielin.
Perlu diketahui, otak manusia mulai terbentuk pada hari ke-8 setelah konsepsi (saat sel sperma membuahi sel telur). Pertumbuhan tersebut berlangsung terus hingga si bayi lahir. Pada akhir masa kehamilan (bulan ke-7 sampai ke-9) sel-sel otak mulai membutuhkan rangsangan agar dapat berfungsi dengan optimal.
Sel-sel otak tidak dapat bertambah lagi setelah si bayi lahir, yang terjadi adalah perkembangan otak atau pertambahan jumlah sinap. Hingga anak berusia lima tahun, sel-sel otak membutuhkan rangsangan agar dapat berfungsi optimal. Tahap itu dinamakan tahap perkembangan. Rangsangan dilakukan dengan berbagai cara seperti melatihnya berbicara, mendengarkan cerita, atau menggambar.
Pertumbuhan otak manusia mempunyai fase tumbuh yang cepat. Fase itu dimulai pada trimester ketiga kehamilan sampai bayi berusia dua tahun. Biasanya masa tersebut dinamakan periode emas (golden period). Pada tahap tersebut, otak membutuhkan berbagai zat gizi untuk proses mielinisasi. Pada tahap perkembangan juga terjadi pembesaran sel-sel otak. Jika anak mengalami gangguan gizi pada masa golden period tersebut, maka akan sulit baginya untuk mencapai pertumbuhan tubuh dan otak secara optimal.


Pada periode mielinisasi, mielin terbentuk pada serabut-serabut saraf. Serabut tersebut berperan untuk mengantarkan sinyal atau impuls sel saraf dengan cepat. Pada tahap perkembangan, otak akan mengalami perluasan jaringan menjadi semakin kompleks. Dengan demikian, otak akan berkembang fungsinya dari yang hanya bisa mendengar menjadi bisa berpikir, menganalisa, dan menyimpan ingatan dalam jangka panjang. Proses tersebut memerlukan asupan gizi serta olahraga. Olahraga diduga dapat membantu melancarkan aliran darah ke otak sehingga nutrisi ke otak cukup.
Faktor zat gizi yang mempengaruhi pertumbuhan anak antara lain yaitu protein, mineral, vitamin, yodium, dan asam lemak esensial. Zat-zat gizi tersebut terkandung dalam makanan sehari-hari. Salah satu asam lemak essensial yang paling penting bagi otak adalah asam dokosaheksanoat (DHA) dan asam arakhidonat (AA). Pembentukan DHA dan AA membutuhkan asupan asam linoleat dan asam linolenat dari luar tubuh. Selanjutnya, enzim akan mengubah asam linoleat menjadi AA dan mengubah asam linolenat menjadi DHA.
DHA dan AA biasanya juga terdapat pada makanan tambahan atau suplemen. Jika dalam komposisi makanan anak (misalnya biskuit atau susu bayi) mengandung DHA dan AA, berarti produk tersebut ditujukan untuk membantu perkembangan otaknya.

Read More..